Skip to main content

Tadabur Alam MT Balai Wartawan Kota Depok di Kaki Gunung Gede, Ustaz Syahruddin El Fikri: Alam Mengajarkan Cinta kepada Sang Pencipta

Dalam kegiatan tersebut, Ustaz Syahruddin El Fikri bersama Ketua MT Balai Wartawan Kota Depok Adie Rakasiwi mengajak seluruh peserta merenungi kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-Nya.

Mediateduh.com,CIANJUR – Majelis Taklim (MT) Balai Wartawan Kota Depok menggelar kegiatan Tadabur Alam di kawasan Pangsalatan, kaki Gunung Gede, Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (5/7/2026). Kegiatan yang diikuti para wartawan dan jamaah majelis taklim ini bertujuan memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Dalam kegiatan tersebut, Ustaz Syahruddin El Fikri bersama Ketua MT Balai Wartawan Kota Depok Adie Rakasiwi mengajak seluruh peserta merenungi kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-Nya.

Menurut Ustaz Syahruddin, tadabur alam bukan sekadar menikmati keindahan alam, melainkan mengambil pelajaran dari setiap ciptaan Allah SWT.

"Melalui tadabur alam kita belajar bahwa alam mengajarkan banyak hal. Insya Allah, jika manusia menjaga alam dengan baik, maka alam pun akan memberikan manfaat bagi kehidupan kita," ujarnya.

Ia menjelaskan, rasa cinta kepada alam merupakan bagian dari rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan mencintai alam, manusia tidak akan merusaknya, tetapi justru menjaga, merawat, dan melestarikannya agar tetap memberikan manfaat bagi banyak orang.

"Ambil contoh pohon. Pohon tumbuh subur jika dirawat dengan baik. Bahkan pohon selalu memberi manfaat, mulai dari oksigen, keteduhan, hingga daun-daunnya yang gugur pun bermanfaat. Pohon juga mengajarkan kita untuk terus memberi manfaat kepada sesama," katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pohon-pohon yang menjulang tinggi juga menjadi pengingat bahwa seluruh makhluk ciptaan Allah senantiasa bertasbih kepada-Nya. Karena itu, manusia yang diberi akal dan pikiran sudah seharusnya lebih banyak memuji serta mensyukuri nikmat Allah SWT.

Selain memperkuat keimanan, kegiatan tadabur alam juga menjadi momentum muhasabah atau introspeksi diri.

"Di tengah luasnya alam, kita menyadari betapa kecilnya diri kita di hadapan Allah SWT. Kesadaran inilah yang membuat kita semakin bersyukur dan semakin dekat kepada-Nya," tutur Ustaz Syahruddin.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi di antara keluarga besar Majelis Taklim Balai Wartawan Kota Depok. Di tengah kesibukan para wartawan menjalankan tugas jurnalistik, mereka masih menyempatkan diri berkumpul untuk beribadah, bermuhasabah, dan memperbaiki diri.

"Tadabur berarti merenungi. Tadabur alam adalah merenungi seluruh ciptaan Allah SWT agar kita mampu mengambil hikmah dan pelajaran dalam kehidupan," jelasnya.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Syahruddin juga mengibaratkan hati manusia seperti cermin. Cermin akan memantulkan apa adanya. Jika yang terlihat baik, maka itu menjadi cerminan diri. Karena itu setiap orang harus terus membersihkan hati dan memperbaiki akhlaknya.

Ia juga mengibaratkan kehidupan seperti jendela yang memberikan pandangan luas ke depan. Menurutnya, seseorang harus memiliki pandangan yang lurus, berpikir positif, serta menghindari prasangka buruk terhadap sesama.

"Kita semua adalah manusia yang tidak luput dari dosa dan kesalahan. Namun sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik," pesannya.

Melalui kegiatan Tadabur Alam ini, seluruh peserta diharapkan pulang dengan membawa semangat baru untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak membaca Al-Qur'an, menjaga hubungan dengan sesama, mencintai alam, serta terus memperbaiki diri agar menjadi insan yang lebih bertakwa dan bermanfaat bagi masyarakat.

(Kontributor: Riski)