Skip to main content

Renungan Jumat: Belajar Melihat "Matahari" di Tengah Kekurangan Pasangan

Renungan Jumat yang disampaikan Abi Huda mengajak umat Islam untuk merenungkan makna kesetiaan, kesabaran, dan rasa syukur dalam kehidupan rumah tangga.jumat 10/7/2026

Mediateduh.com,DEPOK, Jumat (10/7/2026) – Renungan Jumat yang disampaikan Abi Huda mengajak umat Islam untuk merenungkan makna kesetiaan, kesabaran, dan rasa syukur dalam kehidupan rumah tangga. Melalui sebuah kisah sederhana namun sarat hikmah, masyarakat diajak memahami bahwa kebahagiaan keluarga lahir dari kemampuan melihat kelebihan pasangan, bukan terus-menerus memperbesar kekurangannya.

Dalam renungan tersebut diceritakan seorang istri yang telah menjalani pernikahan selama 30 tahun. Ketika ditanya temannya apakah sang suami memiliki kekurangan, ia menjawab, "Sangat banyak, sebanyak bintang di langit."

Namun saat kembali ditanya apakah suaminya memiliki kelebihan, ia menjawab, "Sedikit sekali, seperti matahari yang hanya satu."

Jawaban itu memunculkan pertanyaan berikutnya, mengapa ia mampu bertahan dalam rumah tangga selama puluhan tahun.

Dengan penuh kebijaksanaan, sang istri menjawab, "Karena ketika matahari terbit, bintang-bintang itu tidak tampak lagi."

Jawaban tersebut menjadi pesan mendalam bahwa satu kebaikan yang besar mampu menutupi banyak kekurangan. Sikap seperti inilah yang mencerminkan akhlak seorang istri salehah yang senantiasa bersyukur, menjaga keharmonisan keluarga, dan melihat sisi terbaik dari pasangannya.

Renungan ini juga mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Setiap suami maupun istri pasti memiliki kelemahan, kesalahan, dan kekurangan. Namun di balik itu, Allah SWT juga menganugerahkan banyak kelebihan yang patut dihargai.

Karena itu, pasangan suami istri dianjurkan untuk tidak hanya terpaku pada kekurangan, tetapi juga memperbanyak rasa syukur atas segala kebaikan yang dimiliki pasangannya. Sikap saling menerima, memaafkan, dan ridha menjadi salah satu kunci terciptanya rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Sebagaimana bintang akan menghilang saat matahari terbit, demikian pula kekurangan pasangan akan terasa kecil ketika hati dipenuhi rasa cinta, syukur, dan kasih sayang.

Doa Memohon Kebaikan Keluarga

اللَّهُمَّ هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Allahumma hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yun, waj'alna lil muttaqina imama."

Artinya: "Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati, serta jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

Doa Memohon Keberkahan Rumah Tangga

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar."

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka."

Semoga Allah SWT menjadikan setiap keluarga dipenuhi kasih sayang, kesabaran, dan keberkahan, serta membimbing setiap suami dan istri untuk senantiasa melihat "matahari" kebaikan dalam diri pasangannya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

(Kontributor: Riski)