Semangat 10 Muharram, Karang Taruna RW 01 Mekarjaya Santuni 34 Anak Yatim dan Disabilitas, Junjung Tinggi Transparansi Dana
Ketua panitia Heriyanto mengatakan bahwa santunan anak yatim telah menjadi tradisi tahunan yang terus dijaga sebagai wujud kebersamaan dan solidaritas warga.
DEPOK – Semangat kepedulian, gotong royong, dan transparansi mewarnai kegiatan santunan yang digelar Karang Taruna (Katar) RW 01 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah. Sebanyak 34 anak yatim, termasuk tiga anak penyandang disabilitas, menerima santunan sebagai bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap sesama.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan haru ini dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Sukmajaya Dra. Nelda Purnadia Wardhani, Ketua RW 01 Rohendi Budiyana, para Ketua RT 01 hingga RT 07, tokoh agama, tokoh masyarakat, para donatur, serta ratusan warga yang turut memadati lokasi acara.
Ketua Karang Taruna RW 01, Heri bin Haji Usman, mengatakan bahwa santunan anak yatim telah menjadi tradisi tahunan yang terus dijaga sebagai wujud kebersamaan dan solidaritas warga.
"Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana berkat gotong royong seluruh elemen masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus, para donatur, dan warga yang telah berbagi tenaga, pikiran, maupun rezekinya. Semoga setiap kebaikan ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir," ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menanamkan nilai kepedulian sosial kepada generasi muda. Menurutnya, momentum 10 Muharram menjadi pengingat penting agar masyarakat senantiasa memuliakan anak yatim, mendoakan para pendahulu, serta membudayakan semangat berbagi dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu hal yang mendapat apresiasi dalam kegiatan ini adalah komitmen panitia dalam menerapkan prinsip keterbukaan pengelolaan dana. Ketua Panitia Santunan, Heriyanto, mengungkapkan bahwa total dana yang berhasil dihimpun dari warga dan para donatur mencapai Rp48.189.000.
Seluruh pemasukan dan penggunaan dana tersebut, lanjutnya, dipublikasikan secara terbuka melalui grup komunikasi warga sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
"Kami ingin membangun kepercayaan melalui pengelolaan yang amanah, jujur, dan transparan. Ini juga menjadi pembelajaran bagi para pemuda Karang Taruna bahwa melayani masyarakat harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan integritas," jelas Heriyanto.
Ia berharap santunan yang diberikan tidak hanya meringankan kebutuhan para penerima, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim untuk terus belajar, berprestasi, dan menggapai cita-cita mereka.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH Muhammad Djaelani, S.Ag mengingatkan bahwa bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, sehingga menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan, khususnya menyantuni anak yatim.
"Rasulullah SAW menjanjikan kedekatan yang istimewa di surga bagi orang yang menyayangi dan memelihara anak yatim. Rezeki yang disedekahkan tidak akan berkurang, bahkan Allah akan melipatgandakannya dengan keberkahan," tuturnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kesehatan dan kelancaran rezeki para donatur, serta harapan agar tradisi santunan anak yatim di lingkungan RW 01 Mekarjaya terus terjaga sebagai perekat persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong antarwarga.
(Kontributor:Riski)
