Marwajih Menang Telak, Terpilih sebagai Ketua Pokdarwis Kelurahan Depok Periode 2026–2029
Dalam pemilihan yang digelar di Kampung Lio, Kelurahan Depok, Minggu (19/7/2026), Bang Wajie meraih 72 suara, unggul jauh dari pesaingnya, Afrizal, yang memperoleh 18 suara.
Mediateduh.com,DEPOK – Marwajih, yang akrab disapa Bang Wajie, terpilih secara meyakinkan sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, periode 2026–2029.
Dalam pemilihan yang digelar di Kampung Lio, Kelurahan Depok, Minggu (19/7/2026), Bang Wajie meraih 72 suara, unggul jauh dari pesaingnya, Afrizal, yang memperoleh 18 suara.
Dari total 105 pemilih, sebanyak 90 orang hadir dan menggunakan hak pilihnya, sementara 15 pemilih lainnya tidak hadir.
Pemilihan Ketua Pokdarwis tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme warga. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan, Pengembangan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif (Budparekraf) Disporyata Kota Depok, Startik Sartika; Camat Pancoran Mas, Mustakim; Sekretaris Kelurahan Depok, Sholahudin; Ketua DPD Forkabi Kota Depok, Edi Dadang Chandra; Ketua LPM Kelurahan Depok; Ketua Karang Taruna Kelurahan; para Ketua RW dan RT; serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Usai terpilih, Bang Wajie menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Kampung Lio.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh warga Kampung Lio yang berada di empat RW karena telah mempercayakan amanah ini kepada saya sebagai Ketua Pokdarwis,” ujar Bang Wajie.
Ia menegaskan, amanah tersebut tidak dapat dijalankan seorang diri. Menurutnya, diperlukan kerja sama dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk membangun serta menata Situ Rawa Besar Kampung Lio agar menjadi destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat.
“Saya sangat mengharapkan kerja sama dari seluruh warga. Mari kita bersama-sama membangun dan menata Situ Rawa Besar Kampung Lio agar menjadi destinasi wisata yang dapat dinikmati keluarga dan menjadi kebanggaan masyarakat,” katanya.
Bang Wajie berharap seluruh gagasan dan potensi masyarakat dapat disatukan untuk mendorong kemajuan Kampung Lio. Ia ingin wilayah tersebut menjadi salah satu kampung unggulan dalam pengembangan destinasi wisata di Kota Depok.
“Pembangunan membutuhkan pemikiran dan kebersamaan. Semua elemen masyarakat harus menyatukan gagasan, bukan berjalan berdasarkan kepentingan kelompok atau individu semata. Mudah-mudahan dengan adanya kepengurusan Pokdarwis yang baru, seluruh RT dan RW di Kampung Lio dapat menyelaraskan pemikiran untuk kemajuan bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Budparekraf Disporyata Kota Depok, Startik Sartika, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Marwajih sebagai Ketua Pokdarwis Kelurahan Depok periode 2026–2029.
Ia berharap kepengurusan baru mampu mewujudkan cita-cita masyarakat dalam membangun dan menata Situ Rawa Besar Kampung Lio sebagai destinasi wisata yang berkembang.
“Kami juga ingin pariwisata di Kota Depok terus berkembang dan semakin dikenal, bahkan hingga mancanegara. Setidaknya, wisata di Depok bisa semakin dikenal di tingkat Jawa Barat,” tutur Startik.
Menurutnya, meski Kota Depok tidak memiliki kekayaan alam seperti daerah lain, hal tersebut bukan menjadi hambatan. Kreativitas dan ide masyarakat dinilai dapat menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan sektor pariwisata.
“Walaupun Depok tidak memiliki alam seperti daerah lain, kita memiliki ide dan pemikiran yang hebat. Insyaallah semuanya bisa terwujud asalkan pengurus Pokdarwis dan masyarakat kompak,” katanya.
Startik juga berpesan kepada Ketua Pokdarwis terpilih agar membentuk kepengurusan yang solid dan memiliki visi yang sejalan.
“Ketua harus memilih pengurus yang satu frekuensi agar ide-ide dan cita-cita yang ingin diwujudkan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Camat Pancoran Mas, Mustakim, mengapresiasi panitia dan masyarakat yang telah berinisiatif menggelar pemilihan Ketua Pokdarwis.
Menurutnya, keberadaan Pokdarwis sangat penting karena selama kurang lebih dua tahun Situ Rawa Besar tidak memiliki kepengurusan yang aktif.
“Selama dua tahun tidak ada kepengurusan, tentu langkah kita menjadi mundur. Situ ini setiap hari harus diurus dan dikelola. Dengan adanya kepengurusan baru, kondisi seperti ini tidak boleh terulang kembali,” tegas Mustakim.
Ia menekankan, pengelolaan Situ Rawa Besar bukan hanya menjadi tanggung jawab ketua terpilih, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat Kampung Lio.
“Situ bukan hanya urusan ketua terpilih. Ini merupakan tanggung jawab kita semua. Namun, tanpa adanya ketua dan kepengurusan, tentu akan sulit melakukan komunikasi dengan pihak kelurahan, kecamatan maupun Disporyata Kota Depok,” ungkapnya.
Mustakim menambahkan, Pokdarwis juga menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi serta membahas berbagai persoalan terkait pengembangan Situ Rawa Besar.
“Tidak mungkin seluruh masyarakat Kampung Lio datang bersama-sama ke pemerintah. Karena itu dibutuhkan perwakilan yang telah mendapat amanah dari masyarakat, yaitu Ketua Pokdarwis,” paparnya.

Ia pun berpesan agar Marwajih mampu merangkul seluruh potensi masyarakat dari empat RW di Kampung Lio.
“Dalam organisasi tentu ada perbedaan pendapat. Namun, seorang pemimpin harus mampu mengelola perbedaan tersebut untuk kepentingan bersama. Saya berharap Ketua Pokdarwis terpilih dapat merangkul seluruh potensi yang ada di empat RW dan bersama-sama memajukan Situ Rawa Besar,” pungkasnya.
Ucapan selamat atas terpilihnya Marwajih sebagai Ketua Pokdarwis Kelurahan Depok periode 2026–2029 juga disampaikan oleh Ketua DPD Forkabi Kota Depok, Ketua LPM Kelurahan Depok, Ketua Karang Taruna, para Ketua RW dan RT, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama Kampung Lio.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, masyarakat berharap Pokdarwis Kelurahan Depok mampu menjadi motor penggerak dalam mengembangkan Situ Rawa Besar Kampung Lio sebagai destinasi wisata unggulan dan ruang ekonomi kreatif bagi masyarakat.
(Kontributor: Riski)
