DP3AP2KB Depok Gerak Cepat, Prioritaskan Program TP-PKK 2026
Kami membahas program kerja Tahun 2026, mulai dari Pokja I, Pokja II, Pokja III, hingga Pokja IV,”Citra, Senin (19/1/2026).
DEPOK – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok langsung bergerak cepat dengan memprioritaskan penguatan program Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sebagai agenda utama tahun 2026.
Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Citra Indah Yulianty, mengatakan langkah cepat tersebut dimulai sejak hari pertama dirinya menjabat. Ia langsung mengikuti rapat koordinasi bersama Ketua TP-PKK Kota Depok, Cing Ikah, untuk membahas arah dan rencana program kerja TP-PKK tahun 2026.
“Di hari pertama menjabat, saya langsung mengikuti rapat koordinasi TP-PKK. Kami membahas program kerja Tahun 2026, mulai dari Pokja I, Pokja II, Pokja III, hingga Pokja IV,” ujar Citra, Senin (19/1/2026).
Dalam rapat tersebut, kata Citra, dibahas sejumlah program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan kemandirian ekonomi masyarakat. Beberapa program unggulan yang direncanakan antara lain pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi seperti fesyen dan kerajinan, program Seramijel, serta gerakan satu rumah satu pohon cabai.
“Program-program ini sedang kami matangkan untuk segera direalisasikan. Tidak bisa menunggu lama karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Citra, percepatan pelaksanaan program menjadi prioritas utama agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai tepat waktu. Ia menegaskan kesiapan dirinya untuk cepat beradaptasi dan memastikan seluruh program berjalan efektif.
“Saya harus cepat beradaptasi dan memastikan seluruh program bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Selain program pemberdayaan, DP3AP2KB Kota Depok juga menaruh perhatian besar pada penguatan program jangka panjang, khususnya di bidang Keluarga Berencana (KB) guna mewujudkan keluarga berkualitas di Kota Depok.
“Sosialisasi alat kontrasepsi harus terus digencarkan. Tidak hanya menyasar perempuan, tetapi juga laki-laki melalui program vasektomi,” terang Citra.
Ia menambahkan, sosialisasi tersebut dilakukan secara bertahap agar masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga sebagai fondasi kesejahteraan.
“Kami tidak hanya fokus pada kontrasepsi perempuan, tetapi juga pria. Perlahan namun pasti, program-program ini akan kami jalankan agar tepat sasaran dan sesuai target,” tutupnya.
(Kontributor: Riski)
