Skip to main content

Bupati Karimun Bahas Potensi Investasi dan Pariwisata dalam Kunjungan Kerja ke House Sudarto’s Jakarta

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, melakukan kunjungan kerja ke House Sudarto’s, yang berlokasi di Jl. Bangka XI, Kelurahan Bangka.

Jakarta Selatan – Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, melakukan kunjungan kerja ke House Sudarto’s, yang berlokasi di Jl. Bangka XI, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, pada Rabu, 10 Desember 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas peluang investasi strategis dan pengembangan potensi ekonomi Kabupaten Karimun ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Karimun hadir bersama sejumlah pihak terkait dan berdiskusi langsung dengan Sudarto’s (akrab disapa Pak Darto), yang memaparkan gambaran pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Disebutkan bahwa secara umum pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, dengan kontraksi hanya terjadi saat masa pandemi Covid-19.

Pak Darto mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi nasional saat ini berada di kisaran 5,9 persen pada kuartal III tahun 2025, mendekati target nasional sebesar 8 persen. Ia menegaskan, kondisi tersebut membuka peluang besar bagi daerah untuk ikut mendorong pertumbuhan melalui sektor-sektor unggulan.

Dalam paparannya, Pak Darto menyebut terdapat 10 faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah, yakni sumber daya alam, sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, investasi, kebijakan pemerintah, pariwisata, stabilitas sosial, industri jasa, akses pasar, dan teknologi. Dari sepuluh faktor tersebut, ia menilai Kabupaten Karimun memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan lima sektor utama, yaitu SDM, infrastruktur, investasi, pariwisata, serta industri dan jasa guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu gagasan strategis yang dibahas adalah pengembangan destinasi wisata baru, revitalisasi kawasan wisata, serta penguatan event-based tourism. Selain itu, dikemukakan pula rencana pengembangan sektor investasi melalui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Tak hanya pariwisata, sektor infrastruktur menjadi perhatian khusus, termasuk rencana revitalisasi dan relokasi pelabuhan dengan konsep desain modern berbasis struktur baja (steel structure) agar proses pembangunan lebih cepat dan efisien. Proyek ini dirancang dapat rampung dalam waktu sekitar dua tahun dan direncanakan untuk diajukan ke pemerintah pusat dengan skema pembiayaan kolaboratif antara APBD, APBN, dan investor swasta.

Menariknya, Pak Darto juga menawarkan konsep aquarium laut terintegrasi dengan restoran bawah laut, yang diharapkan menjadi ikon wisata baru berskala internasional. Konsep tersebut dinilai unik dan berpotensi menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri, termasuk Singapura dan Malaysia.

Selain itu, dibahas pula gagasan pendirian training center dan kawasan industri pelatihan SDM di Karimun. Pusat pelatihan ini direncanakan untuk mempersiapkan tenaga kerja profesional yang siap disalurkan ke dalam maupun luar negeri, sehingga Karimun dapat menjadi pusat pengembangan SDM regional.

Bupati Karimun menyambut baik berbagai gagasan tersebut dan menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dan bertahap bersama Bappeda. Menurutnya, setiap program harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah dan difokuskan pada sektor yang dapat lebih cepat menghasilkan PAD.

“Kita harus merencanakan dengan jelas tahapan pembangunan lima tahun ke depan, mana yang didanai APBD, APBN, dan mana yang bisa melibatkan investor. Yang terpenting, program tersebut harus memberi dampak langsung bagi peningkatan ekonomi daerah,” tegasnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi strategis untuk mendorong transformasi ekonomi Kabupaten Karimun agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.